Candi Kidal: Sejarah Singkat & Harga Tiket Masuk

Posted on
Harga Tiket Masuk Candi Kidal Malang: Gratis
Jam Buka: 08.00 – 17.00 WIB
Nomor Telepon:
Alamat / Lokasi: Jl. Raya Kidal, Panggung, Kidal, Tumpang, Malang, Jawa Timur, Indonesia, 65156

Wisata sejarah selalu memiliki daya tariknya sendiri. Merenung di tengah bangunan-bangunan kuno yang telah bertahan selama berabad-abad, kita dapat merasakan kekuatan waktu dan keindahan budaya masa lalu. Salah satu tempat yang mempesona dengan cerita masa lalu dan arsitektur uniknya adalah Candi Kidal. Terletak di Jawa Timur, candi ini adalah salah satu tempat bersejarah yang wajib dikunjungi bagi pecinta sejarah dan para pelancong yang ingin memahami akar budaya Indonesia.

Candi Kidal Malang

Salah satu hal yang menarik dari Candi Kidal adalah bahwa Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tiket masuk untuk menikmati pesona sejarahnya. Ini adalah pengalaman yang berharga karena Anda bisa belajar sambil berwisata tanpa perlu khawatir tentang biaya. Candi ini tidak hanya menawarkan warisan sejarah yang kaya, tetapi juga menghadirkan arsitektur yang unik dan pemandangan yang menenangkan.

Kali ini Travelsantai akan membawa Anda dalam perjalanan untuk menjelajahi sejarah singkat dan daya tarik Candi Kidal serta informasi praktis seperti jam operasional, fasilitas, dan lokasinya yang mudah diakses. Mari kita mulai dengan memahami kekayaan sejarah candi ini yang menarik para pengunjung dari berbagai penjuru.

Harga Tiket Masuk Candi Kidal

Ketika merencanakan kunjungan ke suatu tempat wisata, salah satu pertimbangan penting adalah harga tiket masuk. Namun, jika Anda merencanakan perjalanan ke Candi Kidal, Anda dapat bernapas lega karena candi ini menawarkan pengalaman berwisata yang sangat terjangkau. Tiket masuk ke Candi Kidal tidak memerlukan biaya, alias gratis! Ini adalah berita bagus bagi para pelancong yang ingin menjelajahi keindahan sejarah dan arsitektur candi ini tanpa perlu khawatir tentang biaya tambahan.

Kategori Harga Tiket Masuk
Tiket Masuk Candi Kidal Gratis

Seperti yang terlihat pada tabel di atas, harga tiket masuk ke Candi Kidal adalah gratis. Ini membuat Candi Kidal menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat ramah anggaran. Anda dapat menjelajahi situs bersejarah ini tanpa harus mengeluarkan uang tambahan untuk tiket masuk.

Baca:  Lembah Indah Malang: Aktivitas Seru & Harga Tiket Masuk

Jam Buka Candi Kidal

Saat merencanakan kunjungan ke tempat wisata, penting untuk mengetahui jam operasionalnya agar Anda bisa mengatur rencana perjalanan dengan baik. Candi Kidal memiliki jam buka yang cukup fleksibel, memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi situs ini dengan nyaman. Berikut adalah jam buka resmi Candi Kidal:

Hari Jam Buka Jam Tutup
Senin – Minggu 08.00 WIB 17.00 WIB

Seperti yang terlihat pada tabel di atas, Candi Kidal buka setiap hari dari pukul 08.00 pagi hingga 17.00 sore. Jam operasional yang cukup luas ini memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk menjelajahi candi ini dengan tenang. Apakah Anda lebih suka mengunjungi tempat wisata di pagi hari atau lebih memilih suasana sore yang tenang, Candi Kidal siap untuk menyambut Anda.

Sejarah & Daya Tarik Candi Kidal

Candi Kidal adalah salah satu candi bersejarah yang mengesankan di Jawa Timur. Dikenal sebagai candi pemujaan tertua di wilayah ini, Candi Kidal memiliki sejarah yang kaya dan daya tarik yang unik yang menjadikannya tujuan wisata yang menarik. Mari kita menjelajahi lebih dalam tentang sejarah dan daya tarik yang membuat Candi Kidal begitu istimewa.

Sejarah Candi Kidal

Sejarah Candi Kidal

Sejarah Candi Kidal terkait erat dengan kerajaan-kerajaan kuno di Jawa Timur, khususnya Kerajaan Kahuripan dan Kerajaan Kediri. Candi ini dibangun pada tahun 1248 Masehi, setelah upacara pemakanan ‘Cradha’ Raja Anusapati. Tujuan pembangunan candi ini adalah untuk menghormati Raja Anusapati dan memohon kemuliaan sebagai pengikut Syiwa Mahadewa.

Candi Kidal memiliki arsitektur yang mencirikan gaya candi Jawa Tengah, yang merupakan ciri khas uniknya. Candi ini terbuat dari batu andesit dengan dimensi geometris vertikal. Di sekitar candi terdapat pagar batu yang mengelilinginya, dan tubuh candi berdiri di atas batu setinggi 2 meter. Yang membedakan Candi Kidal dari candi lainnya adalah adanya badug (tembok rendah) di samping tangga masuk, bukan ukel seperti candi Jawa Timur pada umumnya.

Baca:  Pantai Jolangkung: Pesona Keindahan & Harga Tiket Masuk

Kalamakara Candi yang Menyeramkan

Kalamakara Candi yang Menyeramkan

Salah satu daya tarik utama Candi Kidal adalah keberadaan Kalamakara yang menyeramkan. Kalamakara adalah kepala makhluk raksasa dengan mata melotot penuh dan mulut terbuka dengan dua taring besar yang melengkung keluar. Kalamakara sering digambarkan sebagai makhluk penjaga bangunan suci, dan penampilannya yang menyeramkan mencerminkan pentingnya candi ini dalam keyakinan agama pada masanya.

Selain Kalamakara, di sekitar pintu candi terdapat relung kecil yang digunakan untuk meletakkan arca yang dilengkapi dengan atap. Di atas ambang relung-relung ini juga dihiasi dengan gambaran Kalamakara yang menjaga candi. Semua elemen ini menambah daya tarik visual dan sejarah candi ini.

Bentuk Candi Kidal

Bentuk Candi Kidal

Bentuk fisik Candi Kidal juga memikat. Candi ini mirip dengan candi-candi di Jawa Tengah, dengan atap yang terdiri dari tiga batu berbentuk kotak yang semakin mengecil ke atas. Tanpa stupa atau ratna yang menghiasi atapnya, Candi Kidal memiliki tampilan datar dengan bentuk persegi yang tetap mempesona.

Di sekeliling candi, terdapat ukiran bunga dan sulur tanaman yang menambahkan elemen seni dan keindahan pada bangunan ini. Meskipun berlian kecil yang dulunya ada di sudut lapisan atap telah hilang, corak batu pembentuk candi tetap menciptakan kesan yang indah dan artistik.

Mitos Garudheya yang Sangat Berkesan di Candi Kidal

Mitos Garudheya yang Sangat Berkesan di Candi Kidal

Candi Kidal juga dikenal karena mitos yang menyertainya, yaitu mitos Garudheya. Mitos ini bercerita tentang perjuangan seorang anak untuk membebaskan ibunya dari penderitaan. Garudheya adalah nama burung garuda yang tumbuh dari telur yang dijaga oleh Dewi Winata. Mitos ini menambah lapisan kisah yang mendalam pada candi ini dan menciptakan daya tarik yang kuat bagi pengunjung yang ingin mengeksplorasi aspek spiritual dan sejarahnya.

Baca:  Gumul Paradise Island Kediri: Beragam Wahana & Tiket Masuk

Dengan sejarah yang kaya dan arsitektur yang unik, Candi Kidal adalah destinasi wisata yang sempurna bagi mereka yang mencari petualangan sejarah dan pengalaman spiritual yang mendalam. Mari kita lanjutkan untuk mengeksplorasi fasilitas dan lokasi Candi Kidal yang memudahkan kunjungan Anda ke situs ini.

Fasilitas

Meskipun Candi Kidal adalah destinasi wisata bersejarah yang lebih kecil, pengunjung tetap akan menemukan beberapa fasilitas yang memudahkan kunjungan mereka. Berikut adalah fasilitas yang tersedia di sekitar Candi Kidal:

  • Area Parkir
  • Area Istirahat
  • Toilet Umum
  • Area Jual Souvenir
  • Petunjuk dan Informasi
  • Area Picnic

Sementara fasilitas di Candi Kidal mungkin tidak sebanyak yang ada di destinasi wisata yang lebih besar, tetapi mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pengunjung dan memastikan kunjungan Anda berjalan dengan lancar.

Lokasi Candi Kidal

Candi Kidal, sebagai salah satu situs bersejarah yang menarik di Jawa Timur, memiliki lokasi yang mudah dijangkau. Candi ini terletak di Desa Kidal, Jl. Raya Kidal, Panggung, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Lokasinya sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Malang, sehingga bisa diakses dengan mudah oleh para pengunjung.

Untuk mencapai Candi Kidal dari pusat Kota Malang, Anda dapat mengikuti jalur perjalanan yang cukup sederhana. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi atau taksi, cukup arahkan GPS Anda ke alamat di atas, dan Anda akan tiba di lokasi candi dalam waktu sekitar 30 menit, tergantung pada kondisi lalu lintas.

Alternatifnya, Anda juga dapat menggunakan transportasi umum seperti angkutan kota atau ojek. Pastikan untuk bertanya kepada penduduk setempat atau sopir kendaraan umum jika Anda memerlukan petunjuk lebih lanjut untuk mencapai Candi Kidal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *